Kamis, 27 Januari 2011


             tanggal 27, januari tahun 2011.
Aku mendapat pengalaman terbaik dalam hidupku ini . Di hari yang indah ini aku masih berkedudukan sebagai ketua kelas. aku mendapat hadiah dari teman – teman terbaikku, khususnya teman seperjuangan aku dari awal aku masuk yaitu masa orientasi. Aku mendapatkan hadiah berupa kado ulang tahunku yang ke 16, dengan cara diperolok – olokk tidak jelas. Apa semua ini salahku apakah ini memang hadiahku?  Aku tidak tahu. Tetapi semenjak aku menjabat sebagai ketua kelas, aku memang tidak pernah melakukan hal yang berguna bagi kelasku, tapi aku mencoba melakukan hal itu dengan sebaik mungkin. Ya setidaknya aku sudah melakukan suatu hal. Kelasku adalah rumahku, rumahku adalah nerakaku. Semua masalah selalu terjadi dan menimpaku terus menerus. Mungkin ini semua memang salahku yang tidak pernah bijaksana mengambil sebuah keputusan. Dan puncak semua itu adalah pada hari ini.
Kisah ini berawal dari keputusan yang aku buat. Dan ceritanya adalah 
Seseorang temanku itu selalu bersama, mereka selalu pergi dan melakukan semua hal itu bersama – sama. Tetapi , hal itu tidak berlanjut lama. Entah aku tidak tahu , tetapi dia pindah itu because she have any problem,but i don’t know with the problem. Jadi dia pindah dengan menukar posisinya dengan anak yang lain sehingga sebut saja Y itu menjadi tergusur dan otomatis berpindah tempat dengan anak yang lain tadi yang membuat she ini pindah.
Waktu berjalan sangat cepat dan pelajaran pun silih berganti.‘Dan sekarang waktunya Pkn ya anak –anak”, jadi datanglah ibu guru kita, yang pada waktu itu yang mengajar adalah Bu Goeng. Sebelum pelajaran di mulai , ini mengapa kok si Y ini ada di belakang biasanya disana kok pindah ke belakang”.  timbullah pertanyaan – pertanyaan yang membuat suasana berapi – api. Kalau bangkunya pindah – pindah jika ada sebuah kasus ataupun apa ? aku tidak mau tahu loh ya”. Pokoknya besuk lusa jika masih pindah – pindah aku tidak mau berurusan dengan kelas ini”. Kata beliau.
Semenjak hal itu aku selalu di buat sibuk dengan persoalan ini. Setelah itu aku pergi mencari guru pembibing aku menanyakan tentang solusi untuk permasalahan ini !, Tapi beliaunya tidak ada. Aku bertanya dimana beliau ini ?
Ternyata beberapa waktu tadi, guru pembimbing aku yang tadi telah pergi ke kelas dan menanyakan,” apa denahnya sudah jadi ?”.  dan wakilku yang menyambut beliau,dan menjawab belum pak. Dan aku tidak tahu yang terjadi pada waktu itu. Intinya dia di beri amanah untuk membuat suatu denah tempat duduk yang terbaik.
Aku telah menghormati denah buatannya dan aku membiarkan dia untuk menjalankan denah tersebut?. Aku bertanya – tanya memang dia benar agar yang di belakang itu dapat sesekali pindah kedepan dan memulai KBM dengan semangat lebih, lebih berkompetitif dan dapat menyerap pelajaran dengan sepenuhnya. Aku biarkan hal ini karena yang biasanya bangku di depan itu selalu anak laki – laki termasuk aku, aku juga mempunyai hak untuk bangku didepan dan itu selalu menjadi keinginan aku. Pemaksaan terjadi di kelas aku, kelas yang awalnya aku manjakan menjadi kelas yang berprinsip Diktator. Tapi itu menurut aku juga bagus agar mereka tidak selamanya di manjakan. Tetapi, karena hal itu? aku mendapatkan pertanyaan yang harus ku jawab dengan bijaksana, 70% teman aku itu mejawab tidak setuju dengan banggku yang baru yang telah di dapatkannya sekarang. Mereka menjawab bangku itu tidak di perhitungkan dengan matang semuanya terbuat dengan naluri yang tidak bertujuan? Mereka terus mempertanyakan hal itu, mereka dan yang aku kesalkan mereka hanya memberi argument tidak dengan solusi, mereka hanya mengejar haknya sendiri “apakah aku juga tidak mempunyai hak”, dan mereka bilang ,“hakmu adalah sebagai ketua kelas”. Apa aku ini sebuah benda yang tidak mempunyai hati? Aku ini juga manusia aku butuh pendapat yang memungkinkan aku. Mendapatkan tempat yang terbaik di hati temen – temenku, tapi tidak ada yang membantuku. Mereka hanya menuntutkan tentang haknya. Tapi aku juga sadar bahwa memang banyak yang suka dengan keputusan itu, tapi sayangnya lebih banyak yang tersakiti dari pada yang bersenang hati..
Sehingga aku ambil sikap yaitu dengan cara memilih bangkunya sendiri dengan berangkat sepagi mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Tetapi apa yang aku dapat olok – olokan yang tidak jelas, dan itu mungkin saja berlanjut sampai saat ini.
Mereka memang sedikit pintar sehingga dapat berbicara seperti itu. Mereka tidak berfikir dua kali mengapa aku mengambil hal itu. Mereka terbiasa di manjakan oleh orang yang di cintainya. Mereka tidak melihat apa saja perjuangan aku mondar – mandir di hari yang panas. Apa itu yang kalian katakan rasa terima kasih.
Aku mengambil keputusan seperti itu juga mempunyai sebuah makna, sekarang lihat diri sendiri semua yang diambil dari sebuah hadiah itu tidak akan bermakna. Hanya mendapatkan satu kepuasan tidak dengan manfaat yang lain. Tetapi , apakah aku salah jika membuat keputusan ambillah bangku kalian sebagus mungkin, seindah mungkin untuk kalian singgahi tetapi datanglah duluan. Itu bermakna aku menyuruh kalian agar kalian itu berkompetitif melakukan suatu hal dan memiliki sebuah tujuan penting. Yang kedua itu hal yang di ambil dari jerih payah sendiri itu akan bermakna sangat dalam, dan akan menjaga hal itu. Dengan itu aku berharap dapat menyerap pelajaran dengan sangat bisa karena perjuangan itu akan berlanjut sedemikian hingga.Dan tidak ada lagi pertentangan lagi soal kemarin ,karena hasil jerih payah mu adalah itu . kamu dapat menilai sendiri dirimu seperti itu , jika hasilmu itu buruk otomatis akan memperbaiki hal yang buruk itu dengan membuktikan nilai yang maksimal yang akan didapat.
Apa perhitungan aku ini salah ?  memang apa salahnya jika ada perubahan waktu berangkat sekolah. Memang jika ingin mendapatkan suatu hal itu tidak dengan pengorbanan. Hanya di ambil begitu saja? Enak saja, Emang dasar anak mama.
Aku sangat banyak mempunyai kesalahan hari ini, aku mendapatkan hal itu aku memang wajar setidaknya aku tidak mundur dari permasalahan ini dan mencari solusi untuk itu. Dan setidaknya aku tidak  menjadi pengecut yang selalu kabur jika ada masalah. Mereka itu buta tidak bisa melihat seberapa pengorbananku terhadap kelas ini. Tapi aku anggap saja ini adalah kado ulang tahunku yang terbaik. Terima kasih temanku akan semua hal engkau berikan kepadaku.
Hari ini aku puasa jadi aku hanya mampu bicara seperti itu maafkan aku jika ada yang tersakiti olehku, yang meskipun semenjak aku di kelas ini aku selalu disakiti dan terus tersakiti oleh penghuninya.. aku minta maaf.. memang aku salah aku tidak bisa yang menjadi yang engkau pinta, tetapi keluarga yang terbaik itu adalah sekolahku yang telah memberi aku pengalaman yang bisa di bilang yang terbaik... And then my school is my heaven, my memories and my love..

0 komentar:

Posting Komentar